Selasa, 23 Agustus 2011

Menuai Untung di Bulan Ramadhan 1432 Hijriah / 2011

Setiap kali bulan Ramadhan tiba sudah barang tentu membawa sejuta keberkahan untuk semua manusia tidak terkecuali yang beragama non muslim, karena dibulan ini beragam rutinitas menjadi hal yang berbeda dari biasaya dan siklus dalam berbisnis terutama bahan-bahan konsumsi seperti sembako cenderung laris manis, bahkan tukang jajanan yang dimulai dari kafe-kafe sekelas resto atau yang cuma ada tenda doang bareng etalase seadanya spontan bak jamur yang merebak di musim hujan. Sajian khas dari tiap-tiap tempat penyedia jajanan tersebut menjadi nilai ketertarikan tersendiri buat pengunjung untuk menikmati setiap potong makanan yang dipesan.
Sajian-sajian aneka kue basah maupun kering hadir seperti bunga ditaman dengan ragam warna-warni yang menggugah selera, dan keanekaragaman dari jenis makanan tersebut sekaligus menjadi ciri bahwasannya Indonesia adalah negeri dengan sejuta keunikan dan ketertarikan betapa tidak Bulan yang penuh rahmat saja ketika tiba dibumi cenderung sudah menjadi lebel bulan terbaik dari seribu bulan dan keuntungan didalamnya berlibat ganda bahkan berlipat tujuh dalam setiap keping kebaikan yang dilakukan, bukan hanya itu segenap agenda bisnis yang berinteraksi di bulan Ramadhan cenderung juga memiliki dampak keuntungan yang sama.
Saat rintik dan deruh hujan membasahi bumi praktis tukang penyedia jajanan gorengan laris manis tanpa sisa dan sama halnya buat abang tukang es yang ketika hujan tak turun namun mentari bulat hadir dengan panasnya jadi ikutan laris manis. Jadi selain double untung dalam hal segi ibadah bisnis juga ga ketinggalan ikutan menuai untung yang berlimpah ruah dibulan ini.
Bukan hanya itu saja saat Ramadhan tengah berada di penghujung waktunya juga makin semakin hebat siklus keuntungan buat para pedagang, dan kali ini dagangan yang dilibatkan adalah para pemilik kios dagangan kain dan pakaian. Buat kebutuhan agar penampilan terlihat ok tidak sedikit ya merogoh koceknya buat memenuhi hasratnya dalam berdandan. Dan minat dalam berfashion ria juga bergantung pilihan karena ragam pilihan tersedia buat para pembeli yang hendak berbelanja habis-habisan dari kios kecil, toko hingga super mall yang senantiasa aktif dalam menyemarakkan datang dan perginya bulan Ramadhan.
Sudah barang tentu dalam bermuamalah di bulan apa saja dan tidak terkecuali di bulan suci Ramadhan kendati senantiasa bisa untung berlipat ganda tentu kerugian juga menyertainya, dan jikalau dalam segi bisnis untung dan rugi memang senantiasa ritme yang sudah terbiasa dijalani namun jika untuk mendapatkan keutamaan
di bulan Ramadhan kerugian kerap kali mendera, sudah barang tentu segala aktivitas ibadahnya harus di evaluasi sebab semuanya bisa dapat untung yang berlipat ganda dan bahkan buat orang non muslim sekalipun tidak ketinggalan. Tentu sebagai umat
yang Islam yang notabene pemilik Ramadhan pastilah tidak ingin mendera kerugian.

Kamis, 30 Oktober 2008

Barang Bekas namun bukan loakan

Kendati yang dipajangkan adalah bukan barang-barang yang baru namun keberadaannya mampu menyita perhatian para pengguna kendaraan bermotor. Betapa tidak, untuk membeli onderdil yang baru pastilah membutuhkan biaya yang tidak sedikit maka menjadikan barang bekas sebagai alternative merupakan pilihan yang mau nggak mau dipilih.

Disepanjang jalanan Tri Tura arah Marindal Medan, keberadaan para penjual spare part kendaraan bekas berbaris disana. Ada yang menjual kap sepeda motor, kunci dan alat lainnya menghiasi dagangan mereka. Barang yang ditawarkanpun nggak semuanya loakan alias barang butut tetapi ada juga barang yang lumayan kelihatan baru dan harganyanyapun bervariasi tergantung dari sipembeli lihai tidak dalam melakukan tawar menawar. Bahkan mereka juga membeli jika ada orang yang maumenjual spare part kendaraan bermotor.

Bisnis barang bekas jika dilihat tentu bukan saja berada dilokasi ini semata namun disetiap daerah di Indonesia keberadaannya sudah tak terbilang lagi. Bahkan ada yang harus buka tutup tenda dalam berdagang mereka tetap eksis, ya walau menggunakan sebagian badan jalanpun nggak masalah bagi mereka. Dengan pembelian harga yang lebih murah namun mereka mampu menjual kembali dengan harga yang tinggi bergantung dari lihai tidaknya pembeli yang mau membeli barang tersebut.

Dalam keadaan krisi saat ini tentu menjadikan barang bekas sebagai alternatif pilihan dalam mendandani kendaraan bermotor tentu sah-sah saja asalkan untuk resikonya sipengendara sudah memahaminya. Misalkan saja untuk membeli ban yang baru dengan merek terkemuka mungkin terbilang mahal namun lain halnya jika membeli barang bekas, pastilah jauh bedanya. Dan harus diingat juga jika anda adalah sang pembeli barang bekas pastikan dengan pertimbangan yang matang untuk beberapa hal, bolehlah kendaraan anda menggunakan stok second namun jika padabagian inti anda harus berpikir dahulu sebab jika sudah kejadianyang menyesal tentunya bukan sipenjual namun andalah yang menanggung akibatnya.
Dan juga untuk aparat daerah kiranya mampu bertindak dan bersikap proporsional sebab keberadaan pedagang barang bekas menimbulkan aspek-aspek yang bisa negative juga positif. Negatifnya jika sebahagian dari badan jalan yang seharusnya dipergunakan untuk pejalan kaki namun malah digunakan untuk berdagang, kan ini mengganggu namanya.