Kamis, 30 Oktober 2008

Barang Bekas namun bukan loakan

Kendati yang dipajangkan adalah bukan barang-barang yang baru namun keberadaannya mampu menyita perhatian para pengguna kendaraan bermotor. Betapa tidak, untuk membeli onderdil yang baru pastilah membutuhkan biaya yang tidak sedikit maka menjadikan barang bekas sebagai alternative merupakan pilihan yang mau nggak mau dipilih.

Disepanjang jalanan Tri Tura arah Marindal Medan, keberadaan para penjual spare part kendaraan bekas berbaris disana. Ada yang menjual kap sepeda motor, kunci dan alat lainnya menghiasi dagangan mereka. Barang yang ditawarkanpun nggak semuanya loakan alias barang butut tetapi ada juga barang yang lumayan kelihatan baru dan harganyanyapun bervariasi tergantung dari sipembeli lihai tidak dalam melakukan tawar menawar. Bahkan mereka juga membeli jika ada orang yang maumenjual spare part kendaraan bermotor.

Bisnis barang bekas jika dilihat tentu bukan saja berada dilokasi ini semata namun disetiap daerah di Indonesia keberadaannya sudah tak terbilang lagi. Bahkan ada yang harus buka tutup tenda dalam berdagang mereka tetap eksis, ya walau menggunakan sebagian badan jalanpun nggak masalah bagi mereka. Dengan pembelian harga yang lebih murah namun mereka mampu menjual kembali dengan harga yang tinggi bergantung dari lihai tidaknya pembeli yang mau membeli barang tersebut.

Dalam keadaan krisi saat ini tentu menjadikan barang bekas sebagai alternatif pilihan dalam mendandani kendaraan bermotor tentu sah-sah saja asalkan untuk resikonya sipengendara sudah memahaminya. Misalkan saja untuk membeli ban yang baru dengan merek terkemuka mungkin terbilang mahal namun lain halnya jika membeli barang bekas, pastilah jauh bedanya. Dan harus diingat juga jika anda adalah sang pembeli barang bekas pastikan dengan pertimbangan yang matang untuk beberapa hal, bolehlah kendaraan anda menggunakan stok second namun jika padabagian inti anda harus berpikir dahulu sebab jika sudah kejadianyang menyesal tentunya bukan sipenjual namun andalah yang menanggung akibatnya.
Dan juga untuk aparat daerah kiranya mampu bertindak dan bersikap proporsional sebab keberadaan pedagang barang bekas menimbulkan aspek-aspek yang bisa negative juga positif. Negatifnya jika sebahagian dari badan jalan yang seharusnya dipergunakan untuk pejalan kaki namun malah digunakan untuk berdagang, kan ini mengganggu namanya.